la bellezza della condivisione

Ketika Semua Terasa Indah Saat Kita Berbagi

Kimia Selalu Penuh warna

Semua akan memancarkan indahnya warna mereka dan ketika digabungkan akan menjadi pelangi yang menakjubkan

Menjadi sebaik-baik manusia

Improvment selalu diawali dengan huruf "I" yang berarti saya

Air

Semua kehidupan berawal dari Air

Hemat

Hemat Air berarti menyelamatkan Bumi kita

Senin, 08 Oktober 2012

Biobriket Bungkil Biji Jarak Pagar

      Tanaman jarak pagar merupakan tanaman serba-guna karena semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, buah, getah dan biji. Tanaman jarak pagar dapat bermanfaat sebagai pengendali erosi, pelindung kebun dan untuk kayu bakar. Biji jarak pagar mengandung 35-45 % minyak kurkas (curcas oil) yang digunakan sebagai obat gosok untuk penyakit encok, pembersih perut (pencahar), penyakit kulit dan mengobati rematik. Minyak dan biji jarak pagar juga dapat digunakan sebagai bahan baku biopestida (cair dan serbuk). Daunnya digunakan sebagai obat tradisional sakit perut, obat luka, obat penyakit kulit, untuk makanan ulat sutra, antiseptik dan anti radang. Daging buahnya bisa untuk pupuk hijau dan produksi gas. Getah jarak pagar digunakan sebagai obat kumur dan gusi berdarah serta obat luka. Sedangkan manfaat tanaman jarak pagar yang membuat banyak pihak tertarik me-ngembangkannya yaitu dari bijinya yang dapat menghasilkan minyak bio-diesel sebagai bahan bakar pengganti solar dan minyak tanah.

Bungkil biji jarak pagar
     Bungkil yang merupakan limbah dari pengepresan biji jarak pagar dapat digunakan sebagai bahan bakar, pupuk organik (kompos), biogas, dan juga berpeluang sebagai pakan ternak setelah dilakukan detoksifikasi (peng-hilangan racun) dari biji dan minyaknya. Bungkil jarak pagar merupakan bahan organik yang sangat baik dijadikan pupuk organik, karena mengandung nitrogen yang lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis pupuk organik seperti pupuk kotoran sapi dan kotoran ayam. Bungkil biji jarak pagar yang merupakan limbah pengepresan biji jarak pagar dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk kompor atau bahan bakar tungku. Dalam pengepresan biji jarak pagar akan diperoleh minyak dan bungkil, masing-masing sekitar 34 % dan 66 % dari bobot biji awal (Prastowo, 2008). Namun demikian kemampuan mesin pengepres hanya mampu memeras minyak maksimal 28 %. Jadi masih ada minyak yang tertinggal dalam bungkil minimal 6 % dari bobot biji awal. Oleh karena itu, bungkil masih dapat dibakar dengan baik dengan dibuat menjadi briket lebih dahulu agar mudah digunakan pada tungku sederhana. Sebenarnya jika sistem aerasi tungku baik, bentuk asli bungkil yang keluar dari pengepres dapat langsung masuk ke tungku dan dibakar. Hasil penelitian Umam (2007) melaporkan sifat fisiko kimia bungkil jarak pagar sebagai berikut (Tabel 1).
Dari hasil analisis sifat fisikokimia bungkil jarak pagar IP–1P ternyata bungkil jarak pagar masih banyak mengandung minyak 16,48% dengan nilai kalor 4473 kal/gram, sehingga sangat berpeluang untuk digunakan sebagai biobriket.

 Briket
 Arang briket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan se-bagian dari kegunaan minyak tanah. Biobriket merupakan bahan bakar yang berwujud padat dan berasal dari sisa-sisa bahan organik. Bahan baku pembuatan arang briket pada umumnya berasal dari batubara, tempurung kelapa, serbuk gergaji dan bungkil sisa pengepresan biji-bijian. Karakteristik briket yaitu mudah disulut karena mengandung biomassa yang dapat membantu dalam penyulutan awal. Briket dapat digunakan pada sembarang anglo, untuk menggantikan minyak tanah, kayu bakar dan gas. Disamping itu briket juga tidak berasap/berbau, efisiensi pembakaran tinggi, pembakaran stabil dan ramah terhadap lingkungan. Produk biobriket yang dihasilkan diharapkan dapat dipakai di rumah tangga maupun industri kecil dan menengah untuk menggantikan energi panas dari bahan bakar minyak dan kayu bakar. Energi panas yang dihasilkan pada pembakaran bio-briket dapat dipakai antara lain untuk memasak, pengeringan hasil pertanian, peternakan, pembakaran bata, genteng, keramik, gerabah dan industri lainnya yang membutuhkan panas. Biobriket dari jarak pagar ini juga memungkinkan untuk digunakan dalam pemenuhan energi panas pada boiler uap, industri makanan dan sebagainya.

Pembuatan biobriket bungkil jarak pagar yaitu dengan cara mencampur bungkil dengan perekat yang terbuat dari pati kanji. Kanji dari pati sagu lebih baik dibandingkan pati dari aci ubikayu. Harliana (2008) melaporkan pembuatan biobriket bungkil biji jarak pagar menggunakan campuran arang sekam dan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Digunakannya arang sekam sebagai campuran karena sekam ber-potensi sebagai bahan baku energi alternatif yang murah bagi masyarakat. Digunakannya bahan perekat pati karena bahan perekat ini tidak berasap sehingga lebih cocok bila digunakan di rumah tangga. Keuntungan lainnya yaitu jumlah perekat yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan bahan perekat hidrokarbon, kelemahannya adalah briket yang dihasilkan kurang tahan terhadap kelembaban.

Proses pembuatan biobriket bungkil biji jarak pagar
1. Penyiapan bahan
Bahan–bahan yang diperlukan antara lain bungkil biji jarak pagar kering, sekam, dan tepung tapioka sebagai perekat.
   a) Sekam dibakar dalam tempat tertutup di dalam tanah atau di dalam drum selama 20-30 menit kemudian ditutup, dihaluskan dan diayak menggunakan saringan berukuran 20 mesh. Dengan proses karbonisasi, sekam tidak akan langsung menjadi abu, tapi akan menjadi kristal berwarna hitam pekat yang mengandung unsur karbon (C) tinggi.
  b) Bungkil jarak pagar dikeringkan, dihaluskan dan diayak mengguna-kan saringan berukuran 20 mesh sehingga diperoleh ukuran yang seragam.
  c) Tapioka dilarutkan dalam air secukupnya kemudian dipanas-kan pada suhu ± 75ºC selama 30 menit. Selama pemanasan, larutan pati diaduk secara kontinyu agar panas yang diterima merata dan tidak terjadi penggumpalan di bagian bawah.
2. Pencampuran dan pencetakan bungkil biji jarak pagar dicampur dengan sekam yang sudah dibakar dengan perbandingan 90:10, kemudian ditambahkan larutan pati dan diaduk sampai rata selanjutnya dilakukan pencetakan. Pencetakan dilakukan secara sederhana dengan menggunakan pipa paralon (1,5 inch) yang dipotong-potong, tekan sampai padat kemudian dibuat ukuran sesuai keinginan dan dikeringkan.
3. Pengeringan dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari langsung. Bila sinar matahari cerah pengeringan bisa dilakukan 2 hari sampai briket tersebut terasa ringan bila diangkat. Briket juga dapat dikeringkan dalam oven pada suhu 60ºC selama 24 jam. Setelah proses pengeringan selesai, biobriket siap digunakan. Dengan pembuatan biobriket ini petani dapat menghemat pemakaian bahan bakar minyak tanah, kayu bakar ataupun gas. Bahkan dapat memperoleh nilai tambah secara ekonomi apabila biobriket tersebut dikemas dengan baik dan dijual.

Minggu, 07 Oktober 2012

CARA SEDERHANA MEMBUAT BRIKET



MEMBUAT ADONAN BRIKET
1.    Limbah Kertas
a.    Limbah kertas direndam selama paling sedikit 8 jam, fungsinya untuk melunakkan kertas agar mudah hancur/halus (kebutuhan bahan sesuai dengan perbandingan).
b.    Masukkan ke dalam blender (berikut airnya) dan blender hingga halus (jangan terlalu halus)
c.    Peras bubur kertas hingga kandungan air sangat minim
2.    Limbah Daun Kering
a.    Daun kering dijemur agar diperoleh kondisi daun yang benar-benar kering
b.    Daun kering ditumbuk hingga hancur/halus (kebutuhan bahan sesuai dengan perbandingan)
c.    Ayak tumbukan daunkering, agar diperoleh ukuran yang merata (ayakan berukuran 0,85 mesh)
3.    Limbah Sekam Padi
a.    Sekam padi dijemur hingga kering
b.    Ditumbuk hingga hancur/halus (kebutuhan bahan sesuai dengan perbandingan)
c.    Ayak tumbukan sekam padi, agar diperoleh ukuran yang merata (ayakan berukuran 0,85 mesh)
4.    Kanji
a.    Larutkan kanji ke dalam air (ukuran air disesuaikan)
b.    Panaskan larutan kanji tersebut hingga mengental dan menyerupai lem.
5.    Campukan point 1 s/d 4, hingga merata
6.    Cetak campuran tersebut ke dalam cetakan.

MEMBUAT CETAKAN BRIKET
1.    Potongan peralon diameter 3 inchi (dim) sepanjang 7 cm atau 10 cm (sebagai cetakan briket)
2.    Potong tongkat diameter 2,5-5 cm sepanjang 30 cm. Tongkat ini digunakan sebagai penekan adonan briket yang telah dimasukkan ke dalam cetakan.

MEMBUAT BRIKET
1.    Isi cetakan briket dengan adonan briket hingga penuh
2.    Tekan/padatkan adonan briket tersebut sepadat-padatnya
3.    Keluarkan briket basah dari cetakan
4.    Jemur hingga kering (memerlukan waktu 2 – 4 hari, tergantung pada panasnya sinar matahari)

Catatan:
Setelah semua menjadi briket siap pakai, siswa diminta untuk melakukan uji coba pembakaran briket (ukuran 0,5 kg), kemudian dilanjutkan pengamatan dalam hal:
1.    Warna nyala api
2.    Lamanya nyala api (untuk briket 0,5 kg)
3.    Menyimpulkan dari kegiatan yang telah mereka lakukan kemudian dampaknya pemanfaatan limbah kertas bekas, daun kering, dan sekam padi terhadap:
a.    Ketersediaan bahan bakar non fosil
b.    Program pemerintah berkenaan dengan energy terbarukan
c.    Pemanasan global (menjaga kelestarian lingkungan


Sumber:
http://www.sman2-tsm.sch.id/2010/03/cara-membuat-briket/

Inovasi Pengolahan Sampah Plastik


  • Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur dalam waktu 200-400 tahun! Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
  • Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakanminyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.
  • Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastikParahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.
Dari berbagai fakta itulah yang mendorong kita sebagai masyarakat yang peduli akan lingkungan tergerak untuk bisa mengurangi dampak dari sampah plastik ini. Sampai akhirnya banyak inovasi yang dapat dilakukan seperti pengolahan sampah di Jepang namun harga yang dibutuhkan untuk membuat alat tersebut terbilang mahal yaitu 100 jt (cek tkp) dan di Indonesia pun telah ada yang membuat alat tersebut namun juga masih terbilang cukup mahal harganya yaitu 600 ribu (cek tkp) dan karena hal tersebut anak-anak SMP di salah satu sekolah membuat alat yang hampir sama cara kerjanya dan dengan harga yang terjangkau, karena kita pun dapat membuatnya.

Dengan memnfaatkan Uap hasil pembakaran plastik yang ada lalu dikondensasikan hingga kembali berbentuk cairan kembali, karena seperti fakta di atas bahwa plastik pada dasarnya dibuat dari minyak mentah oleh karena itu ketika dibakar dan dikondensasikan akan kembali menjadi minyak mentah.

Alat dan Bahan
Alat:
  1. Kaleng bekas biskuit Khong Guan, tanggo atau sejenisnya
  2. Pipa besi sepanjang 2 meter atau  lebih panjang akan lebih bagus. Jika kurang dari 2 meter, kondensasi uap panasnya tidak maksimal. aku menggunakan pipa bekas antene
  3. Lem besi
  4. Sampah plastik














selanjutnya tinggal merangkai alat nya menjadi seperti dibawah ini

Yang perlu diperhatikan adalah saat pengeleman, usahakan tiap sambungan tertutup lem dengan rapat, sebab jika ada kebocoran akan berpengaruh pada proses kondensasi dan banyaknya minyak yang dihasilkan.

Ini adalah tampilan alat sederhana buatanku..


Dari percobaan yang sudah aku lakukan, sampah plastik satu kaleng tango dapat menghasilkan minyak sebanyak setengah botol air mineral. Sebenarnya kuantitas minyak yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis sampah plastik yang digunakan.  Plastik botol minum seperti (aqua, mizone, pocari sweat, ember plastik etc) dapat menghasilkan lebih banyak minyak jika dibandingkan dengan kantong plastik, ato plastik-plastik snack.
Ini aplikasinya


Senin, 01 Oktober 2012

Konversi Sampah Perkotaan Menjadi Bahan Bakar

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, cara pandang terhadap sampah pun perlu diubah. Sampah juga bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi karena bisa diolah menjadi bahan bakar atau pupuk. Bagaimana sampah bisa jadi bahan bakar..dari tak bermanfaat jadi punya manfaat besar..silahkan terhubung dengan link di bawah ini http://olahsampah.com/index.php/teknologi/31-konversi-sampah-perkotaan-menjadi-bahan-bakar

 http://olahsampah.com/index.php/teknologi/31-konversi-sampah-perkotaan-menjadi-bahan-bakar

Pengolahan Limbah Cair secara Kimia

suatu wilayah dikatakan perkotaan biasanya karena wilayah tersebut menjadi pusat pemerintahan. selain itu juga karena banyak berdirinya industri. setiap industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan buangan dari proses produksinya. salah satu jenis buangannya adalah limbah berbentuk cair. bagaimana penerapan ilmu kimia dalam mengolah limbah cair??? silahkan lihat situs berikut..:) 

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2115782-pengolahan-limbah-cair-secara-kimia/

Air Rahmat solus air sehat?

Manusia membutuhkan air dalam kehidupannya, baik untuk minum, memasak mencuci, dan sebagainya. Dalam satu hari, seorang manusia dewasa membutuhkan sekitar 1,6 liter air untuk dikonsumsi. Sehubungan dengan kebutuhan itu, sudah selayaknya diupayakan penyediaan air minum yang aman bagi manusia. Usaha pengolahan desinfeksi air minum dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain perebusan dan cara kimiawi. Dalam situasi bencana , mungkin akan sulit untuk melakukan pengolahan dengan cara perebusan, padahal persyaratan bahwa angka E.coli dalam air minum adalah nol per 100 ml air harus dipenuhi. Pada saat seperti itu akan lebih memungkinkan (praktis) untuk menggunakan cara kimiawi dengan penambahan desinfektan. Merebus air untuk kebutuhan minum telah menjadi kebiasaan mayoritas orang Indonesia. Namun, mahalnya harga minyak tanah alias minah cukup merepotkan para ibu rumah tangga.

Rahasia Sukses Mengolah Sampah di Jepang - Part 2

Ternyata pengolahan yang dilakukan di Jpeang berlangsung sukses. karena memang pengolahan sampah di Jepang terkesan ''lebay" dan "ribet" tapi terbilang sukses kan? Ini linknya
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/04/30/rahasia-sukses-mengolah-sampah-di-jepang-part-2/